Conscious Mind vs Subconscious Mind

Sekian banyak uang dibelanjakan untuk mengikuti seminar pengembangan diri, beli buku-buku motivasi, dan ikut training life couching tetapi hasilnya bertahan hanya sebentar saja, bahkan kembali lagi seperti semula beberapa minggu kedepan. Apakah seminar dan training serta buku-buku motivasi tersebut tidak bermutu. Jangan-jangan justru diri kita sendiri memang sudah dari “sononya” sulit berubah. Benarkah? Mangapa? Apa yang salah?

Keputusan untuk berubah atau biasa kita sebut sebagai “keinginan kuat”, “niat”, tidaklah cukup tanpa adanya dorongan secara internal. Keinginan kuat sebenarnya berada pada kesadaran conscious mind yang lebih bersifat realistik, logis dan bahkan normatif tetapi manakala berbenturan dengan subconscious mind (alam bawah sadar), maka alam bawah sadarlah yang menang. Seorang perokok berat yang sadar bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan dan kemudian berniat kuat menghentikan kebiasaannya merokok, sulit mencapai keberhasilannya. Mengapa? karena subconscious mind-nya masih merasakan kenikmatan merokok dan betapa bahagianya merokok.

Logika adalah bahasa bagi conscious mind maka imaginasi adalah bahasa dari subconscious mind, karenanya kesadaran secara logika tidak dapat dipaksakan kepada subconcious mind kecuali dengan mengeksplorasi imaginasi atas keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh bila berhenti merokok. Betapa nikmatnya sehat, betapa nikmatnya bebas dari rokok, dan berbagai kenikmatan tersebut dikomunikasikan ke subconscious mind dengan bahasa imaginasi. Oleh karenanya setting goal tujuan dan apa saja yang menjadi harapannya akan menentukan keberhasilan.

Emosi adalah merupakan “bahan bakar” atau power bagi subconscious mind, semakin besar emosinya maka semakin besar pula power untuk subconscious mind. Tanpa adanya emotional feeling maka subconscious akan loyo. Dan emosi yang tertinggi dalam diri manusia adalah cinta. Manakala orang sudah jatuh cinta, bisa cinta terhadap diri sendiri, cinta kepada anak-istri, cinta kepada orang tua, cinta pada keyakinannya dan sebagainya maka subconscious mind akan membayar harga yang ditawarkan oleh conscious mind. Apa itu. Ketidak-nyamanan untuk mencapai tujuan tersebut. Mulut kecut, bengong, dan bahkan pusing bagi perokok berat saat meninggalkan rokoknya adalah harga yang harus dibayar.

Perubahan internal akan terjadi manakala conscious mind tidak berbenturan dengan subconscious mind. Subconscious mind harus dijinakkan dengan setting goal, expectasy, dan emosi bukan dengan perintah logika dari conscious mind. Siapa yang dapat berdamai dengan subconscious mind-nya maka dia akan dapat menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Mungkin ini yang dikatakan Rasulullah saw bahwa perang terbesar adalah melawan diri sendiri.

Untuk konsultasi anda dapat menghubungi saya melalui no 0838 54 277 227

line
footer
Powered by Wordpress | Designed by Elegant Themes | © Copy Rights JustRelease.Me | All Rights Reserved 2010 | Login
Rss Feed Tweeter button Facebook button Technorati button Myspace button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button
"Hypnosis is the use of suggestion, whether direct or indirect, to induce a heightened state of suggestibility in which there is bypass of the critical faculty of the mind, and selective attention to suggestions given." Dave Elman "Born as an eagle, why chose to live life like a parrot with clipped wings?" Duncan McColl "Hypnotism is the most practical science of the age. It confers advantages that cannot be conveyed through any other medium." William Wesley Cook M.D.