Vaginismus adalah suatu keadaan mengejangnya otot vagina dan menjepitnya lubang vagina dengan erat sehingga sulit (bahkan tidak mungkin) untuk melakukan senggama (penetrasi). Keadaan ini terjadi secara tidak sengaja dan bukan suatu kelaian seksual.
Keadaan ini merupakan sebuah gangguan seksual yang perlu penanganan sesegera mungkin saat pertama kali diketahui. Kondisi ini tentu saja sangat menyusahkan bagi wanita dan pasangannya karena tidak dapat melakukan hubungan senggama.
Hal yang perlu diwaspadai bagi wanita dan pasangannya apakah wanita mengalami gangguan vaginusmus adalah saat masa awal pernikahan. Pada malam pertama biasanya mengalami kegagalan dalam senggama dan mengalami kesakitan luar biasa dan kondisi ini terus berlanjut hingga beberapa minggu ke depan, sekalipun telah dilakukan foreplay (pemanasan sebelum senggama). Tidak perlu cemas namun jangan anggap remeh masalah ini, segeralah menemui dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih detail, apakah ada kondisi fisik tertentu di sekitar vagina yang menyebabkan hal tersebut dan memastikan apakah gangguan tersebut benar vaginismus atau ada penyebab lainnya.
Menurut Dr. Jusni Ichsan Solichin, Vaginismus merupakan berkontraksinya otot-otot vagina sepertiga distal yang tidak dapat dikuasai akibat dari keinginan wanita yang tak disadari untuk mencegah terjadinya penetrasi. Menyebabkan tertutupnya pembukaan vagina sehingga penetrasi menjadi tidak mungkin terjadi dan timbul rasa nyeri.
Vaginismus adalah gangguan seksual wanita nomor tiga yang paling sering terjadi, setelah kegagalan orgasme (anorgasmia) dan persetubuhan yang menyakitkan (dispareunia) demikian menurut Emanual Fliegelman, D.O., profesor obstetri and ginekologi dan direktur Human Sexuality Programs di Osteopathic Medical Center di Philadelphia.
Wanita yang mengalami vaginismus secara sadar menginginkan hubungan seksual tetapi secara tidak disadari kontraksi otot-otot vagina mencengkeram erat dan sulit melakukan senggama karena adanya faktor yang menekan alam bawah sadarnya. Gangguan vaginismus ini tidak ada masalah dengan gairah seksual karena mereka tetap dapat merasakan gairah seksual yang tinggi dan bahkan dapat orgasme dalam rangsangan stimuli tertentu, artinya gairah dan orientasi seksualnya normal.
Para ahli menyatakan bahwa sebagian besar penyebab vaginismus adalah faktor psikomatis, umunya adalah ketakutan (fear) yang berlebihan, bisa karena traumatis masa lalu, perkosaan, sex abuse, pengalaman seksual yang tidak menyenangkan. Namun demikian ada faktor lain yang tidak diketahui secara jelas. Keterkaitan antara tubuh dan pikiran (lebih tepatnya pikiran alam bawah sadar) sering menjadi penyebab awalnya, oleh sebab itu mencari tahu faktor traumatis pengalaman masa lalu menjadi salah satu terapi untuk penanganan vaginismus.
Masalahnya banyak wanita terlambat dalam penanganan karena faktor malu, agama, budaya, tabu dan sebagainya sehingga gangguan tersebut terus berlangsung hingga tahunan bahkan belasan tahun. Akibatnya masalah lain sebagai efek samping akan muncul dan memperberat kondisi mental wanita dan pasangan, seperti tidak dapat hamil, cemas berkepanjangan, ketidak harmonisan rumah tangga, dan bahkan gangguan ereksi suami. Wanita semakin tidak percaya diri dan merasa bersalah menyebabkan luka mental yang semakin memperparah gangguan vaginismus.
Sebelum melakukan terapi hypnotherapy klien disarankan mengunjungi dokter kandungan untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah lebih karena faktor psikis atau dokter dapat memberikan rekomendasi berkonsultasi kepada hypnotherapist. Terapi juga bisa komplementer bila terdapat gangguan lain secara fisik dan mental sekaligus.
Melalui metode hypnotherapy telah terbukti dapat mengatasi gangguan vaginismus sehingga klien dapat melakukan hubungan senggama secara normal. Hal ini karena gangguan vaginismus menyangkut masalah katakutan akibat trauma masa lalu. Terapi akan berfokus pada treatmen relaksasi untuk menghilangkan kecemasan dan mengedukasi kembali pikiran bawah sadar bahwa senggama adalah sesuatu yang normal dan alami bahkan menyenangkan bagi pasangan suami istri. Kunci keberhasilannya adalah pada diri klien sendiri seperti adanya keinginan yang kuat untuk sembuh, disamping kerja sama yang baik dengan terapis untuk melakukan semua tahapan sesi yang dianjurkan.
Tahapan sesi meliputi relaksasi, edukasi tentang seks dan merencanakan setting goal (harapan masa depan), mencari akar masalah kecemasan (traumatis masa lalu), menghilangkan kecemasan, re-edukasi alam bawah sadar, self hypnosis, serta bimbingan kepada klien dan pasangan.
Hypnotherapy memberi satu solusi mudah bagi gangguan vaginismus tanpa efek samping karena tidak menggunakan obat-obatan dan langsung menyentuh akar masalahnya yang sebenarnya ada pada subconscious mind (pikiran bawah sadar).
Untuk konsultasi dengan saya dapat kontak di no 0838-54277227 atau 031-8196-7227
Leave a Reply